Bantuan Beras Dalam Rangka PPKM Darurat
Dari Kodim 0714 Salatiga

Desa Kalongan mendapatkan bantuan Beras PPKM Darurat Dari Kodim 0714 Salatiga (1)

Desa Kalongan pada hari Senin, 26 Juli 2021, sejak pukul 10.00 WIB sampai selesai.
Kodim 0714 Salatiga memberikan Bantuan Beras dalam Rangka PPKM Darurat dari kodim 0714 Salatiga oleh Koramil 14 Ungaran kepada masyarakat kurang mampu di Desa Kalongan Ungaran Timur.
Kegiatan tersebut di dampingi Kepala Desa Kalongan Yarmuji, A.Md. dan Perangkat Desa Kalongan.
Dalam acara tersebut Kami pun mematuhi prokes 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menghindari menjaga jarak, dan membatasi mobilitas.

( Nnd_PemdesKalongan )

Bantuan Beras Dalam Rangka PPKM Darurat Dari Kodim 0714 Salatiga

Ayo, Simak dan Putar Videonya …

Sanggar Budaya Condrowinoto edisi Pasar Sawahan
Desa Kalongan Ungaran Timur

Terima kasih para pendukung sehingga terselenggaranya Pasar Sawahan Desa Kalongan setiap Minggu (update info Jadwal dari kami).

Warga Dusun Ini Patungan untuk Buat Sendiri Bilik Sterilisasi Seharga Rp 18 Juta.

UNGARAN, KOMPAS.com – Wabah Covid-19 menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Warga mulai dari konsumsi makanan sehat, rajin cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer, hingga membuat bilik sterilisasi.
Seperti yang dilakukan warga Dusun Tompogunung, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Dengan dana swadaya, mereka membangun dua bilik sterilisasi di Lapangan Tompogunung yang merupakan pintu masuk ke daerah tersebut.

Seorang warga, Putut Asrori mengatakan pembangunan bilik tersebut dimulai Rabu (25/3/2020). Setelah selesai pada Kamis (26/3/2020), langsung digunakan untuk mensterilkan warga yang lewat. “Pembangunannya menggunakan dana swadaya sekitar Rp 18 juta. Selain untuk membangun bilik, juga membeli kipas angin uap sebagai alat utama untuk menyemprotkan disinfektan ke tubuh,” jelasnya, Jumat (27/3/2020).

Selain membangun bilik tersebut, warga juga membuat portal. Tujuannya, jika ada yang lewat akan berhenti dan langsung diarahkan ke bilik sterilisasi. “Kami tidak pandang bulu, mau warga asli, pendatang, atau hanya sekadar lewat, semua harus masuk bilik. Ini demi keamanan dan kesehatan agar terhindar dari corona,” paparnya. Putut mengungkapkan, ‘jam kerja’ bilik tersebut mulai pukul 06.00 hingga 22.30 WIB.

Saat jam berangkat dan pulang kerja, maka kedua bilik diaktifkan. Sementara saat sepi atau siang hari, hanya satu bilik yang digunakan. “Kapasitas penampungan sebanyak 25 liter air bersih yang selanjutnya dicampur disinfektan. Ini aman untuk manusia. Dengan kapasitas tersebut, satu penampungan sanggup terus menyemprot hingga tujuh jam,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Kalongan Yarmuji mengungkapkan, salah satu alasan pembangunan bilik tersebut karena banyak warganya yang bekerja di luar daerah. “Komunitas Anak Rantau ini lalu berkomunikasi untuk mewujudkan bilik sterilisasi ini. Karena di desa tidak ada anggaran, akhirnya warga swadaya,” ungkapnya.

Salah seorang sopir yang lewat di Dusun Tompogunung, Saefudin menyatakan sangat berterima kasih dengan adanya bilik sterilisasi. “Kerjaan saya kan di jalan, rawan juga. Jadi dengan adanya sterilisasi ini bisa merasa aman,” ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Warga Dusun Ini Patungan untuk Buat Sendiri Bilik Sterilisasi Seharga Rp 18 Juta”

sumber : https://regional.kompas.com/read/2020/03/27/12100781/warga-dusun-ini-patungan-untuk-buat-sendiri-bilik-sterilisasi-seharga-rp-18?page=all#page3

Cakram.net – Warga Kalongan Ungaran Timur Swadaya Buat Bilik Sterilisasi Cegah Penyebaran COVID-19

UNGARAN, Cakram.net – Warga Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang secara swadaya membuat bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran COVID-19 di dusun tersebut. Karena banyak warga dari luar dusun yang keluar masuk ke Tompo Gunung.

Konstruksi bilik strelisasi terbuat dari kerangka kayu berdinding dan beratap plastik. Bilik ini didirikan di lapangan Tompo Gunung yang terletak di pinggir jalan masuk dusun. Askes jalan masuk dusun juga dipasang portal yang dijaga warga secara bergiliran.

Setiap ada orang datang ke Tompo Gunung diminta masuk bilik sterilisasi untuk disemprot disinfektan melalui kipas angin air yang dilengkapi sebuah kotak berisi cairan disinfektan. Ada dua kipas angin air di bilik sterilisasi. Di bilik sterilisasi juga disediakan hand sanitizer untuk cuci tangan.

“Ide awal pembuatan bilik sterilisasi ini muncul dari warga yang juga anggota Polres Semarang. Hasil musyawarah dengan tokoh masyarakat termasuk pembina komunitas anak rantau dan karang taruna Tompo Gunung disepakati membuat bilik sterilisasi. Ini murni swadaya warga karena desa tidak ada anggaran,” ungkap Kades Kalongan, Yarmuji, Jumat (27/3/2020).

Menurut Yarmuji, pembuatan bilik sterilisasi bagian upaya komunitas anak rantau dari Dusun Tompo Gunung untuk mencegah penyebaran COVID-19. Apalagi banyak warga Tompo Gunung yang bekerja merantau di luar kota termasuk di daerah pandemi COVID-19.

“Ada seratusan warga di sini yang kerjanya merantu ke luar kota, mereka tersebar di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Mereka yang dalam waktu dekat ini akan pulang merasa prihatin dengan wabah corona, sehingga sepakat untuk swadaya membuat bilik sterilisasi,” bebernya.

Kades Kalongan Yarmuji berharap pembuatan bilik sterilisasi ini dapat menginisiasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa.

Pembina Komunitas Anak Rantau dan Karang Taruna Dusun Tompo Gunung, Putut Asrori (46) menambahkan, pembuatan bilik sterilisasi itu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Sebab banyak warga Tompo Gunung yang bekerja di luar kota yang merupakan daerah pandemi COVID-19.

“Awalnya memang keberatan dan agak sulit menyadarkan warga karena warga kampung masih awam. Tapi setelah kita berikan pemahaman warga tidak keberatan dibuat bilik sterilisasi,” ujarnya.

Asrori menuturkan, pihaknya bersama Kades Kalongan terus mengedukasi warga agar menjaga kebersihan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Kita membuat bilik sterilisasi untuk mencegah penularan virus corona. Pembuatan bilik sterilisasi menghabiskan biaya sekitar Rp 18 juta dari hasil swadaya warga. Mulai Kamis (26/3/2020) kemarin bilik ini sudah digunakan,” imbuhnya.

Seorang sopir truk, Saefudin (40) warga Klesem, Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas yang kebetulan datang ke dusun Tompo Gunung mengaku tidak keberatan saat dihentikan dan diminta warga masuk bilik sterilisasi. “Ini sangat bagus sekali, ada pencegahan penyebaran COVID-19. Selain disemprot disinfektan disedikan hand sanitizer untuk cuci tangan,” ucapnya. (dhi)

sumber link : https://cakram.net/2020/03/warga-kalongan-ungaran-timur-swadaya-buat-bilik-sterilisasi-cegah-penyebaran-covid-19/

Kalongan, Senin 23 Maret 2020 hari ini merupakan Gerakan Penyemprotan Disinfektan pada Tempat dan Fasilitas umum di Wilayah Desa Kalongan Ungaran Timur.

Jajaran perangkat Desa Kalongan di pimpin langsung Kepala Desa Yarmuji melakukan Gerakan Penyemprotan Disinfektan dalam rangka upaya menekan penyebaran virus dan kuman di Desa Kalongan.
Penyemprotan dilakukan di tempat dan fasilitas umum seperti Kantor Desa, Balai Desa, Sekolahan, Masjid, Mushola, Gereja, PKD, PUSKESMAS , juga diseluruh wilayah Desa Kalongan – Ungaran Timur.

Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian perangkat desa terhadap warga masyarakat Desa Kalongan sebagai salah satu cara pencegahan dan menahan penyebaran Wabah Corona semakin meluas terutama di wilayah Desa Kalongan.

Semoga upaya ini sebagai ikhtiar kami selaku perangkat desa untuk melindungi kesehatan masyarakat pada umumnya.

Salam sehat dan berkah
Mari Cegah Corona
bersama Desa Kalongan – Kerok Batok Mbangun Desa

Klik untuk Lihat Photo Kegiatan :

>> https://photos.app.goo.gl/Zz3HhtCqL758bG9n7 <<

Kepala Desa Kalongan Yarmuji mengucapkan terimakasih kepada Bawaslu Kabupaten Semarang atas kerjasama dalam rangka Desa Kalongan sebagai Desa Pengawasan.

“Mari kita bersama-sama turut serta dalam menyukseskan Desa Kalongan sebagai desa pengawasan”, ungkapnya.

Yarmuji juga berkata “Njenengan  semua sebagai pemimpin di tingkat Desa, Dusun, RT, RW maupun BPD, saya yakin njenengan bisa memberantas politik uang dan memberi contoh, nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh Bawaslu tentang aturan Pemilu dan tujuan acara ini”

Andi Gatot Anjas Budiman (Kordiv Hukum, Data & Informasi)  dalam pemaparanya mengatakan, bukan hanya politik uang saja yang perlu kita perhatikan dan tanggulangi melainkan adanya Politisisasi SARA, Hoax maupaun Ujaran Kebencian.

“Saya yakin warga Kalongan berkomitmen untuk mendukung desa pengawasan, sehingga proses demokrasi akan berjalan dengan jujur adil taat asas dan hukum”, terangnya.

 Kemudian Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Semarang mengatakan, Desa Kalongan kami pilih sebagi salah satu percontohan sebagai desa pengawasan.

Kepala Desa Kalongan menandatangani Komitmen Desa Pengawasan di Balai Desa Kalongan
Kepala Desa Kalongan menandatangani Komitmen Desa Pengawasana
di Balai Desa Kalongan

baca selengkapnya di
https://semarangkab.bawaslu.go.id/desa-kalongan-bersiap-menjadi-desa-pengawasan/

Ada Apa Desa Wisata Kalongan dengan Yamaha Jateng ?

Desa Kalongan berkolaborasi bersama Yamaha Jateng mempersembahkan Keseruan Dua Hari dalam Event …
” Bulan Kunjungan Desa Wisata Kalongan Ungaran Timur, Kuliner dan Jajan Tradisional”

*) Daftar dan ikuti berbagai macam Kegiatan Seru dalam rangka memeriahkan acara :
Lomba Mewarnai
Lomba Merias Wajah
Lomba Karaoke
Jalan Sehat Bersama
Lomba Menghias Tumpeng
Lomba Tangkap Belut

*) Cek Syarat dan Ketentuan berlaku untuk masing-masing Lomba.

Gratis !
19 – 20 Oktober 2019
di Lapangan Desa Kalongan Ungaran Timur

acara ini disponsori oleh Yamaha Jateng
dan dimeriahkan oleh Kesenian Tradisional Reog dan Parade Kesenian Drumblek.

Info Detail :
Nanda – 0856 4003 3254

Desa Kalongan berkolaborasi bersama Yamaha Jateng mempersembahkan Keseruan Dua Hari dalam Event …
 " Bulan Kunjungan Desa Wisata Kalongan Ungaran Timur, Kuliner dan Jajan Tradisional"

Kalongan– Tim KKN Alternatif 2A UNNES 2019 Desa Kalongan mengadakan penyuluhan program keluarga berencana (KB) dengan pembahasan utama ‘Banyak anak banyak rezeki?’ Kamis, 22 Agustus 2019. Jam 09.00 WIB di aula Balai Desa Kalongan. Dalam sambutannya Pak Fajar Abu Rizky sebagai Sekretaris Desa menyampaikan “KB ini sangat penting untuk pengendalian penduduk, serta memantau perkembangan putra-putri agar tidak terlambat. Memang banyak anak banyak rezeki, tetapi harus dikendalikan”.

Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) mengatakan bahwa progam ini sangat penting dalam upaya kesejahteraan keluarga. “Program KB tidak hanya berorientasi pada jumlah anak saja, sebab jika mungkin selama ini orang masih berpikir banyak anak banyak rezeki. Sekarang ini justru bisa jadi tidak relevan karena mengingat ekonomi sandang, papan, pangan dan kesejahteraan dari keluarga juga.”

Penyuluhan KB ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program KB di era ini. Pada kegiatan ini Ibu Dwi Agustina Susanti A.Md., Keb. menyampaikan mengenai berbagai metode yang digunakan dalam program KB. Pertama, mengenai Tubektomi yang terdiri dari MOW dan MOP. Dalam penyampaiannya dijelaskan pula mengenai efek samping dari MOW dan MOP. Pemateri juga menjelaskan  mengenai beberapa alat – alat yang digunakan dalam program KB seperti, kondom, pil dan suntik, implan, dan spiral.

Bersama-Puskesmas-Kalongan-Mahasiswa-Unnes-Semarang-Kampanyekan-Desa-Sadar-KB

Ibu Dwi Agustina Susanti A. Md. Keb., menyampaikan mengenai penggunaan pil KB yang baik yaitu dikonsumsi rutin satu tablet setiap hari. Namun, apabila lupa mengonsumsi maka di hari selanjutnya harus minum dua tablet sekaligus. “Untuk penggunaan yang berupa pil maka wajib rutin, satu hari harus satu tablet. Kalaupun lupa meminumnya maka hari selanjutnya minum langsung dua tablet.”

Sedangkan untuk penggunaan suntik beliau menganjurkan bahwa dalam penggunaan suntik KB ketika sudah suntik sebanyak 10 kali disarankan untuk berhenti terlebih dahulu minimal selama 6 bulan. “Sebab kalau untuk suntik dalam jangka panjang akan ada efek sampingnya  kepada kesuburan.”  Ujar Dwi agustina dalam paparannya.

Untuk ibu menyusui disarankan untuk suntik dengan jangka waktu 3 bulan agar produksi ASI tidak terhambat. Selanjutnya yaitu penggunaan implan, ibu Dwi Agustina Susanti A. Md. Keb., menyampaikan penggunaan implan sebanyak 2 kapsul. Tingkat keberhasilan metode implant bisa mencapai 99%. Implan digunakan dengan cara dimasukkan ke bawah kulit lengan atas. Sedangkan alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim disebut spiral. Waktu penggunaan alat kontrasepsi ini bisa mencapai 10 tahun.

            Ada sekitar empat puluh peserta dari ibu-ibu PKK dan Kader Penggerak Posyandu mengikuti acara ini. Mereka sangat senang dan berharap kesadaran KB di Desa Kalongan menjadi meningkat setalah adanya program seperti ini. “Saya cukup senang, ini program yang bagus dari adek-adek KKN Unnes. Saya berharap ini nanti bermanfaat dan meningkatkan masyarakat dalam hal Keluarga Berencana (KB) terutama di Desa Kalongan.” Ujar Niswatul Choiriyah yang merupakan salah satu peserta acara tersebut.

Penulis: Tim KKN Alternatif 2A Unnes 2019
Bersama Puskesmas Kalongan Mahasiswa Unnes Semarang Kampanyekan Desa Sadar KB

Kalongan – Sebuah acara seminar dengan judul Digital Marketing pada hari Jumat, 9 Agustus 2019  jam 14.30 WIB s.d selesai di aula Balai Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, telah diselenggarakan oleh tim KKN UNNES Alternatif 2A yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kalongan, sebagai salah satu program unggulan tim KKN di Desa Kalongan yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan dan keilmuan untuk menggencarkan penjualan hingga ke media digital kepada warga Desa Kalongan di era revolusi 4.0.

Hadir sebagai narasumber dalam acara seminar tersebut Kak Desty Dwiyanasari dari Semarang, seorang Founder dan CEO www.duaide.com yang bergerak di bidang Design, Web Develop, IT Support & Training, dan Online Marketing. Dalam penjelasannya, Kak Desty Dwiyanasari mengungkapkan terkait internet yang sekarang menjadi trend yaitu pemasaran melalui internet marketing dan digital marketing.

“Di era sekarang kita dapat memiliki toko sebagai tempat usaha tanpa harus memiliki bangunan secara fisik, cukup dari rumah dengan modal gadget dan jaringan internet aktif serta mendaftar pada salah satu toko online atau E-Commerce, seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, OLX, dan lain sebagainya serta produk atau jasa yang akan kita tawarkan, maka kita bisa melakukan sebuah kegiatan pemasaran secara online atau internet marketing” ujar Kak Desty.

Beliau juga menyampaikan bahwa internet marketing merupakan salah satu kegiatan Digital Marketing, perbedaan mendasarnya adalah bagaimana pengelola toko mempromosikan dengan baik produk atau jasa yang akan kita tawarkan pada pembeli hingga dibagikan secara luas oleh pembeli. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mendorong pemasaran agar berorientasi ke arah digital marketing diantaranya pertama Content Marketing sebagai promosi dan strategi jangka panjang serta investasi digital, kedua Search Engine Optimizer (SEO) yang menjadikan produk atau jasa yang akan kita tawarkan mudah ditemukan dalam mesin pencari internet terutama Google Search Engine, ketiga E-Mail Marketing dengan menggunakan provider yang menyediakan data e-mail dibeberapa daerah untuk dibeli daftarnya dan mengirim promosi produk atau jasa yang akan kita tawarkan pada beberapa e-mail tersebut,keempat Search Engine Marketing (SEM) yang menggunakan jasa perusahaan lain seperti Google untuk mengiklankan produk atau jasa yang akan kita tawarkan, kelima Social Media Marketing dengan memanfaatkan social media seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya dalam mempromosikan produk atau jasa yang akan kita tawarkan, keenam Landing Page atau Website yang mendorong toko kita terlihat lebih professional, dimana kita memiliki website sendiri dengan domain .com , .id , .co.id atau yang lainnya.

Mahasiswa-KKN-UNNES-Adakan-Seminar-Digital-Marketing-Bersama-Duaide-untuk-menunjang-BUMDes-Desa-Kalongan

Itulah beberapa faktor yang bisa mendorong digital marketing kita lebih optimal dikenal dan disebarkan, selain beberapa faktor tersebut perlunya testimoni / dari pembeli yang bisa menjadi impact/pengaruh yang lebih besar terutama bagaimana pembeli akan melihat bagaimana kualitas dalam pelayanan transaksi yang telah dilakukan, beberapa platform yang menyediakan ini seperti komentar pada toko online, Youtube comments, Blog comments, dan lain sebagainya ini juga menjadikan rekam jejak transaksi yang telah kita lakukan. 

Proses ini cukup rumit dan dibutuhkan skill tertentu, karena beberapa diantaranya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sebab dalam digital marketing tidak ada proses instan maka dari itu belajar dan mengasah kemampuan secara terus menerus, selalu up to date, mendalami satu bidang khusus dan membangun jaringan secara perlahan juga perlu diprioritaskan, serta memiliki sosok mentor untuk memberikan motivasi serta monitoring apa yang perlu disiapkan dan dilakukan agar lebih professional, begitulah pesan Kak Desty pada akhir penyampaian materi.

Penulis: Tim KKN Alternatif 2A Unnes 2019
Mahasiswa KKN UNNES Adakan Seminar Digital Marketing
untuk menunjang BUMDes sebagai Poros Pembangunan di Desa Kalongan

UNGARAN, KOMPAS.com — Satu lagi obyek wisata baru hadir di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Namanya Curug Gending Asmoro yang terletak di Dusun Tompo Gunung, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. Berbeda dengan kebanyakan obyek wisata air terjun yang lain, Curug Gending Asmoro ini tidak berada di lereng gunung. Tetapi di tengah lebatnya “hutan” bambu.

gallery-desa-kalongan-Dusun-Tompo-Gunung-Desa-Kalongan-Kecamatan-Ungaran-Timur

Kepala Desa Kalongan, Yarmuji mengatakan, penamaan Air Terjun Curug Gending Asmoro ini tidak asal-asalan. Ia menceritakan, nama Gending Asmoro ini erat kaitannya dengan legenda gamelan gaib di dekat air terjun tersebut.

gallery-desa-kalongan-Dusun-Tompo-Gunung-Desa-Kalongan-Kecamatan-Ungaran-Timur-duaide

“Menurut cerita rakyat, peristiwa pinjam gamelan gaib ini terakhir terjadi tahun 1915,” ujarnya. Seiring perkembangan zaman, cerita gamelan gaib ini tak pernah terdengar lagi.
Generasi sekarang bahkan hanya sepintas lalu saja mengetahui kisah ini. Sekarang, Pemdes Kalongen melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menyulap curug yang dulunya terkesan mistis ini menjadi obyek wisata yang eksotis.

Obyek wisata ini baru saja dibuka, Minggu (11/2/2018) lalu oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, sekaligus menandai launching Desa Kalongan sebagai Desa Wisata.

sumber : travel-kompas

banner-desa-kalongan-Dusun-Tompo-Gunung-Desa-Kalongan-Kecamatan-Ungaran-Timur-duaide

Eksotisnya Curug Gending yang dulu Mistis